UNGKAPAN
tersebut sangat dikenal oleh masyarakat Bali, terutama bagi yang saat ini
berusia lima puluh tahun ke atas. Untuk kalangan muda, hal init rasa aneh sebab
sama sekali tidak masuk akal.
Selintas memang
demikian, orang yang bekerja siang malam, membanting tulang memeras keringat
belum tentu menjadi kaya, apalagi dengan cara yang muda yaitu makan ulat
salak.
Ulat salak tidak
banyak jumlahnya dan tidak semua salak ang bosok ( busuk ) mengandung ulat.
Mungkin dalam sekeranjang salak bosok hanya terdapat beberapa ekor ulat. Itu
pun jika pemburu ulat itu benar-benar bermata jeli sebab warna ulat hamper sama
dengan warna salak.
Ungkapan ulat salak
boleh dikata sama tuanya dengan usia masyarakat Bali. Dengan kata lain ungkapan
tersebut sudah ada sejak zaman dahulu.
Pada masa yang
lalu, banyak ditemukan ungkapan-ungkapan yang sarat dengan falsafah dan nilai
pendidikan. Perhatikanlah ungkapan-ungkapan berikut: jangan duduk diatas bantal
nanti pantatnya bisul. Jangan berbicara diwaktu pagi nanti nasi para bidadari
basi. Jangan mengintip orang mandi nanti matanya kelilipan. Jangan membuang
nasi nanti ayamnya mati. Dan banyak lagi ungkapan lain yang terkadang bernada
menakut-nakuti dan terkadang kala terkesan porno.
Pada umumnya
anak-anak patuh terhadap larangan-larangan tersebut tanpa membantah dan banyak
bertanya karena mereka yakin bahwa yang dikatakan oleh para orang tua itu
benar. Ungkapan-ungkapan itu sekarang sulit diterima, apalagi bagi anak-anak
yang sudh bisa berfikir kritis. Walaupun demikian, jika kita mau berfikir lebih
arif semua itu banyak mengandung nsur pendidikan dan etika budi pekerti. Duduk
di atas bantal itu kurang etis, demikian juga ngintip orang mandi, bukan? Hidup
santai dan membuang-buang makanan juga termasuk pemborosan. Ini membuat hidup
tetap tertinggal.
Kembali pada
ulat salak yang bikin orang bisa jadi kaya. Ditinjau dari segi ekonomi,
ungkapan ini sangat menguntungkan karena di dalamny terdapat unsure
penghematan. Salak termasuk buah yang mahal. Rasanya enak, baunya harum apalagi
salak Bali yang sudah terkenal itu.
Buah salak tidak
tahan lama terutama dalam suhu yang panas dan pada tempat yang tertutup
(catatan yang ingin mengirim salak bagi si doi di seberang). Salak cepat
menjadi masakdan bosok. Dalam keadaan seperti ini harganya turun sampai 75%.
Salak yang masak enak jika di setup atau dibuat asinan. Pilihlah yang baik
kemudian dicuci lalu direbus dalam air gula atau garam. Untuk asinan , kulit salak tidak usah dikupas.
Cukup dicuci saja.
Mengambil salak
yang masak banyak untungnya, disamping harganya murah, rasanya lebih manis dan
lembut. Ini berarti penghematan. Unsur menghemat ini patut dipetik dari
ungkapan tersebut. Bukanlah hemat itu pangkal kaya?
Hemat berarti
perhitungan yang tepat dan terencana antara pengeluaran dan tujuan yang akan
dicapaiagar dengan biaya yang sekecil mungkin diperoleh hasil yang maksimal.
Hemat dan kreatif adalah modal untuk mewujudkan kesejahteraan dan masa depan
yang lebih baik. Berhemat berarti displin terhadap pengeluaran sesuai dengan
rencana.
Kebiasaan hidup
hemat harus ditanamkan sedini mungkin sehingga mendarah daging setelah anak
menjadi dewasa. Banyak godaan dalam melaksanakan kebiasaan itu tetapi inilah
cara yang terbaik untuk menciptakan kemakmuran dan membangun masa depan.
Adakah pemboros yang
menjadi kaya?
Makasih ya atas informasi yang diberikan sangat bermanfaat sekali untuk menambah pengetahuan
BalasHapussalam kenal dari
Resep Kolak kolang kaling
Ulalaaaa
BalasHapusBisakah penulis menjelaskan knp ulat nangka, sotong, mangga, manggis, rambutan tidak memiliki mitos spt ulat salak. Sepertinya penulis berkarakter pesimis.
BalasHapussy sering menemukan ulat di buah salak, ketika sy ceritakan suami sy ga percaya...dan lagi sy menemukan ulat sy tunjukan ke suami sy ulatnya...stlh melihatnya ulatnya hilang, mungkin jatuh atau entahlah...hehehe
BalasHapusTerima kasih atas informasinya
BalasHapus