Rabu, 05 Februari 2014

Kesehatan Dasar Kecantikan


SINGA MANGGALA

Mg. I – II Juli 1994
PADA masa yang lalu, orang bekerja keras tanpa mengenal lelah untuk memperoleh kekayaan sebanyak-banyaknya. Agar dapat dipaki bekal dihari tua, serta diwariskan pada anak cucu. Untuk itu orang hidup sangat berhemat sehingga melpakan bahwa dirinya juga perlu menikmati hasil dari jerih payahnya itu.
Walaupun makan sehari-hari tidak berpedoman pada ilmu gizi ( karena pengetahuan mengenal gizi atau susunan makanan sehat saat itu belum dikenal ) tetapi masyarakat cukup baik keadaan kesehatannya, mungkin dikarenakan pada saat itu hewan dan tumbuhan masih tumbuh secara alami, tanpa menggunakn pupuk dan obat antibiotic secara kimiawi. Buah dipetik setelah tua dan dipetikdi pohon sehingga kandungan vitamina benar-benar sempurna emiki pula dengan sayur-sayuran.
Masih segar dalam Ingatan kesibukan di hari raya, ayah memotong ayam dan ibu ”masak besar”. Kami memulai ayam bersama tanpa mengeluarkan suara sedkitpun karena ibu slalu menasehatkan bahwa jika mencabuti bulu ayam sambil bicara maka bulu-bulu itu akan tumbuh lagi. Setelah mandi dan memakai baju baru kami menikmati hidangan istimewa berupa kare ayam dan ayam panggang.
Mode pakaian ? kami sama sekali tidak kenal apa yang disebut mode. Menjelang hari raya biasanya kami tidak diajak ke pasar membeli kain dan langsung ke tukang jahit tanpa bertanya pada kami. Pakaian dibuat longgar dengan kelim bawah yang besar agar dapat dipakai sampai beberapa tahun. Adik biasanya mendapat warisan baju dari kakaknya.
Demikianlah keadaan masyarakat sepuluh atau dua puluh tahun yang lalu, dimana para orang tua berhemat dan anak-anaknya yang penurut. Perkembangan ilmu pengetahuan sekarang ini telang mengubah pola hidup setiap orang. Orang-orang sudah menyadari betapa pentingya nilai kesehatan didalam kehidupan manusia. Seiring dengan itu, pengetahuan tentang gizi pun mulai mendapat perhatian, demikian pula tentang kebersihan. Kenyataan membuktikan bahwa antara keshatan dan kebersihan tidak bisa  dipisahkan. Keduanya bersama-sama membangun orang menjadi segar dan cantik.
Kecantikan sebenarnya bukan hanya terlihat dari penampilan wajah. Kecantikan yang sempurna itu berada diatas kondisi badan yang sehat. Untuk memperoleh kecantikan yang diidamkan maka perlu memperhatikan hal-hal berikut ini :
1.      Istirahat atau tidur yang cukup
2.      Makan makanan yang sehat dan bergizi
3.      Olahraga ang teratur
4.      Cara hidup yang teratur
5.      Pemakaian kosmetik yang cocok untuk kulit
Bekerja yang berlebihan dan kurang istirahat cenderung menurunkan vitalitas tubuh. Cepek dan lelah, letih yang berlebihan, harus diikuti istirahat dan relaks. Relaks dibawah sianar matahari merupakan suatu bentuk rekreasi yang menyekatkan karena sinar matahari mengandung pro vitamin D. Tidur yang cukup diperlukan untuk membangun kesehatan. Kurang tidur membuat wajah menjadi kusut dan tak bertenaga. Olahraga membuat otot kuat. Latihan dan gerak badan yang cukup dapat menjaga keseimbangan berat badan dan membentuk tubuh yang ideal.Kebiasaan hidup yang teratur sangat penting bagi kesehatan. Kenyataan membuktikan bahwa orang-orang yang hidupnya teratur dan berdisplin panjang umurnya dan murah rezekinya.
Yang tak kurang pentingnya untuk diperhatikan dalam memelihara kecantikan adalah penggunaan kosmetik. Berbahagialah orang yang selalu cocok dengan segala jenis kosmetik tetapi hal itu sangat jarang adanya. Yang sering adalah, penggunaan kosmetik yang salah dapat merusak kulit dan kulit wajah yang cedera atau rusak karena obat-obatan sangat sulit dirawat dan memerlukan biaya yang cukup tinggi. Oleh sebab itu pula diperlukan pemilihan kosmetik yang cermat dan hati-hati agar tidak sampai merusak kulit.
Seperti telah dikemukakan bahwa factor utama bagi terwujudnya kesehatan adalah kebersihan atau hygiene. Hygiene adalah suatu bagian dari ilmu pengetahuan yang berguna dalam membangn hidup yang sehat. Ini meliputi kesehatan perseorangan dan kesehatan masyarakat. Hal-hal yang mendukung terciptanya hygiene perseorangan adalah :
1.      Kebersihan
2.      Postur atau sikap tubuh
3.      Latihan atau olahraga
4.      Relaks
5.      Tidur yang cukup
6.      Diet yang seimbang
7.      Pikiran yang sehat
Manusia terdiri dari unsur rohani dan jasmani. Antara keduanya saling berhubungan dan saling mempengaruhi. Orang yang tubuhnya segar maka gerakannya akan lincah dan gesit sedangkan orang yang sakit badannya lemah dan tak bertenaga. Ini tentu dapat merusak penampilan dan mengurangi kecantikan. Demikian pulalah hanyan dengan pengaruh batin atau rohani.
Batin yang sehat terpantul pada tutur sapa yang sopan, pada pribadi yang menarik, pada sifat-sifat yang terpuji dan pada penampilan yang smpatik. Bila ia seorang ibu, maka ia adalah ib bijaksana, berwibawa, istri yang setia, terhormat , ramah tamah, sabar dalam menderita, ceria, bebas dari penyakit hati seperti dengki dan pendedam. Jika ia seorang ayah, maka ia adalah ayah yang mengayomi keluarganya, setia, bertanggung jawab serta berbagai sikap terpuji yang menjadi kebanggaan keluarga dan masyarakat lingkungan.
Para cerdik pandai mengatakan bahwa wajah merupakan cerminan batin, dan air muka adalah ekspresi dari kesehatan batin. Orang yang penyedih, pendendam air mukanya akan suram, kusut dan tidak menarik, sedangkan orang yang sabar  , ikhlas dan berbudi luhur maka air mukanya senantiasa cerah, kulitnya bagus ( mulus ), maya dan berkilau serta rambut yang rimbun ( luxuriant ), yang sudaah tentu setiap orang menyenanginya.
Maka perlu diingat bahwa kecantikan bukanlah hanya dari bentk lahiriah semata tetapi juga diiringi dengan kebersihan batiniah. Inilah yang disebut kecantikan yang hakiki, yaitu kecantikan yang tidak lapuk oleh hujan dan tidak lekag oleh panas. Sehat lahir batin merupakan dasar kecantikan. (Hurijah Rubai)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar