|
|
Mg. I – II Juli 1994
PADA masa yang
lalu, orang bekerja keras tanpa mengenal lelah untuk memperoleh kekayaan
sebanyak-banyaknya. Agar dapat dipaki bekal dihari tua, serta diwariskan pada
anak cucu. Untuk itu orang hidup sangat berhemat sehingga melpakan bahwa
dirinya juga perlu menikmati hasil dari jerih payahnya itu.
Walaupun makan
sehari-hari tidak berpedoman pada ilmu gizi ( karena pengetahuan mengenal gizi
atau susunan makanan sehat saat itu belum dikenal ) tetapi masyarakat cukup
baik keadaan kesehatannya, mungkin dikarenakan pada saat itu hewan dan tumbuhan
masih tumbuh secara alami, tanpa menggunakn pupuk dan obat antibiotic secara
kimiawi. Buah dipetik setelah tua dan dipetikdi pohon sehingga kandungan
vitamina benar-benar sempurna emiki pula dengan sayur-sayuran.
Masih segar
dalam Ingatan kesibukan di hari raya, ayah memotong ayam dan ibu ”masak besar”.
Kami memulai ayam bersama tanpa mengeluarkan suara sedkitpun karena ibu slalu
menasehatkan bahwa jika mencabuti bulu ayam sambil bicara maka bulu-bulu itu
akan tumbuh lagi. Setelah mandi dan memakai baju baru kami menikmati hidangan
istimewa berupa kare ayam dan ayam panggang.
Mode pakaian ?
kami sama sekali tidak kenal apa yang disebut mode. Menjelang hari raya
biasanya kami tidak diajak ke pasar membeli kain dan langsung ke tukang jahit
tanpa bertanya pada kami. Pakaian dibuat longgar dengan kelim bawah yang besar
agar dapat dipakai sampai beberapa tahun. Adik biasanya mendapat warisan baju
dari kakaknya.
Demikianlah
keadaan masyarakat sepuluh atau dua puluh tahun yang lalu, dimana para orang
tua berhemat dan anak-anaknya yang penurut. Perkembangan ilmu pengetahuan
sekarang ini telang mengubah pola hidup setiap orang. Orang-orang sudah
menyadari betapa pentingya nilai kesehatan didalam kehidupan manusia. Seiring
dengan itu, pengetahuan tentang gizi pun mulai mendapat perhatian, demikian
pula tentang kebersihan. Kenyataan membuktikan bahwa antara keshatan dan
kebersihan tidak bisa dipisahkan.
Keduanya bersama-sama membangun orang menjadi segar dan cantik.
Kecantikan sebenarnya
bukan hanya terlihat dari penampilan wajah. Kecantikan yang sempurna itu berada
diatas kondisi badan yang sehat. Untuk memperoleh kecantikan yang diidamkan
maka perlu memperhatikan hal-hal berikut ini :
1.
Istirahat
atau tidur yang cukup
2.
Makan
makanan yang sehat dan bergizi
3.
Olahraga
ang teratur
4.
Cara
hidup yang teratur
5.
Pemakaian
kosmetik yang cocok untuk kulit
Bekerja yang
berlebihan dan kurang istirahat cenderung menurunkan vitalitas tubuh. Cepek dan
lelah, letih yang berlebihan, harus diikuti istirahat dan relaks. Relaks
dibawah sianar matahari merupakan suatu bentuk rekreasi yang menyekatkan karena
sinar matahari mengandung pro vitamin D. Tidur yang cukup diperlukan untuk
membangun kesehatan. Kurang tidur membuat wajah menjadi kusut dan tak bertenaga.
Olahraga membuat otot kuat. Latihan dan gerak badan yang cukup dapat menjaga
keseimbangan berat badan dan membentuk tubuh yang ideal.Kebiasaan hidup yang
teratur sangat penting bagi kesehatan. Kenyataan membuktikan bahwa orang-orang
yang hidupnya teratur dan berdisplin panjang umurnya dan murah rezekinya.
Yang tak kurang
pentingnya untuk diperhatikan dalam memelihara kecantikan adalah penggunaan
kosmetik. Berbahagialah orang yang selalu cocok dengan segala jenis kosmetik
tetapi hal itu sangat jarang adanya. Yang sering adalah, penggunaan kosmetik
yang salah dapat merusak kulit dan kulit wajah yang cedera atau rusak karena
obat-obatan sangat sulit dirawat dan memerlukan biaya yang cukup tinggi. Oleh
sebab itu pula diperlukan pemilihan kosmetik yang cermat dan hati-hati agar
tidak sampai merusak kulit.
Seperti telah
dikemukakan bahwa factor utama bagi terwujudnya kesehatan adalah kebersihan
atau hygiene. Hygiene adalah suatu bagian dari ilmu pengetahuan yang berguna
dalam membangn hidup yang sehat. Ini meliputi kesehatan perseorangan dan
kesehatan masyarakat. Hal-hal yang mendukung terciptanya hygiene perseorangan
adalah :
1.
Kebersihan
2.
Postur
atau sikap tubuh
3.
Latihan
atau olahraga
4.
Relaks
5.
Tidur
yang cukup
6.
Diet
yang seimbang
7.
Pikiran
yang sehat
Manusia terdiri
dari unsur rohani dan jasmani. Antara keduanya saling berhubungan dan saling
mempengaruhi. Orang yang tubuhnya segar maka gerakannya akan lincah dan gesit
sedangkan orang yang sakit badannya lemah dan tak bertenaga. Ini tentu dapat
merusak penampilan dan mengurangi kecantikan. Demikian pulalah hanyan dengan
pengaruh batin atau rohani.
Batin yang sehat
terpantul pada tutur sapa yang sopan, pada pribadi yang menarik, pada
sifat-sifat yang terpuji dan pada penampilan yang smpatik. Bila ia seorang ibu,
maka ia adalah ib bijaksana, berwibawa, istri yang setia, terhormat , ramah
tamah, sabar dalam menderita, ceria, bebas dari penyakit hati seperti dengki
dan pendedam. Jika ia seorang ayah, maka ia adalah ayah yang mengayomi
keluarganya, setia, bertanggung jawab serta berbagai sikap terpuji yang menjadi
kebanggaan keluarga dan masyarakat lingkungan.
Para cerdik
pandai mengatakan bahwa wajah merupakan cerminan batin, dan air muka adalah
ekspresi dari kesehatan batin. Orang yang penyedih, pendendam air mukanya akan
suram, kusut dan tidak menarik, sedangkan orang yang sabar , ikhlas dan berbudi luhur maka air mukanya
senantiasa cerah, kulitnya bagus ( mulus ), maya dan berkilau serta rambut yang
rimbun ( luxuriant ), yang sudaah tentu setiap orang menyenanginya.
Maka perlu
diingat bahwa kecantikan bukanlah hanya dari bentk lahiriah semata tetapi juga
diiringi dengan kebersihan batiniah. Inilah yang disebut kecantikan yang
hakiki, yaitu kecantikan yang tidak lapuk oleh hujan dan tidak lekag oleh
panas. Sehat lahir batin merupakan dasar kecantikan. (Hurijah Rubai)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar